Muatan Kurikulum SMA Syubbanul Wathon

Diposting pada: 2014-02-05, oleh : Muhammad Sobirin Wahyu, Kategori: Kurikulum

Muatan Kurikulum SMA Syubbanul Wathon meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri.  

1.  Mata Pelajaran

Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut:

  1. Mata Pelajaran wajib:

Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Penjaskes, Seni Budaya, dan Teknologi Informasi Komunikasi.

      b.  Mata Pelajaran pilihan:

Bahasa arab (pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan masyarakatnya yang menunjang program  pembelajaran tersebut) .  

Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat antara peserta didik dan pendidik.

Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif, baik fisik maupun mental. Selain itu, dalam pencapaian setiap kompetensi pada masing-masing mata pelajaran diberikan secara kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan.    

2.  Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Letak geografis SMA Syubbanul Wathon berada di kawasan pesantren. Oleh karena itu, program Muatan Lokal yang dipilih untuk kelas X adalah yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar sekolah yaitu Aswaja yang memberikan pembelajaran mendalam tentang keagamaan. Sedangkan untuk kelas XI dan XII muatan lokal yang dipilih adalah Prakarya. Hal ini ditujukan untuk mengasah keterampilan siswa untuk lebih bisa berpikir kreatif.

3.  Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap pesesrta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Selain itu Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan serta pengembangan karir peserta didik.

Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini.

  1. pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu:

  1. Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik.Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan.  

  2. pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler)  diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler setiap hari Jum’at,  yaitu:

    • Pramuka

    • Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

    • Teater

    • Kaligrafi

     b. Program Pembiasaan  mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik  yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Penilaian kegiatan pengembangan diri  bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian. 

4.    Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang emban oleh mata pelajaran yang bersangkutan.. 

4. Beban Belajar

Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sisterm tatp muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandidri

Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut

a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum..

b.  Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

c. Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah.

5. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan Belajar didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya input peserta didik, tingkat esensial dari masing-masing KD/ Mata Pelajaran, kemampuan daya dukung dan kompleksitas tiap-tiap mata pelajaran. Berdasarkan pertimbangan tersebut ditentukan ketuntasan belajar sebagai berikut : 

Peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar sebagaimana di atas harus mengikuti program perbaikan ( remidial ) sampai mencapai ketuntasan belajar yang dipersyaratkan. Yang telah mencapai ketuntasan diatas ketentuan tersebut di atas, dapat mengikuti program pengayaan (Enrichment).

     Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, setiap warga sekolah diharapkan untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah  dapat meningkat dari tahun ke tahun.  


Print BeritaPrint PDFPDF
Terima kasih telah berkunjung di Website Kami, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

Ingin berlangganan artikel edukasi GRATIS ke email anda, subscribe email anda dibawah ini.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// contoh :www.kejari.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id