Maulid Nabi 1435 H

Diposting pada: 2014-01-20, oleh : Muhammad Sobirin Wahyu, Kategori: Kegiatan Siswa

 

Kegiatan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1435 H dengan Tema " Meraih Cahaya Sang Suri Tauladan".

Oleh : Luklu'atul Asiyah (Kelas Aufaru 3) SMA Syubbanul Wathon.

"Wong nek kepengen mulyo ojo wedi rekoso" begitulah salah satu petuah dari Al-Mukarom Bp. KH. Utsman Ridho. kemeriahan dalam penyambutan 12 Robbiul Awal sebagai hari lahirnya sang Nabi terakhir/ Rosulullah Terakhir. Keluarga besar Asrama Pelajar Islam (API) ASRI Tegalrejo menyambut dengan diadakannya acara pengajian oleh Bp. KH. Utsman Ridho dari Temanggung dan Bp. KH. Izzuddin Abdurahman Selaku Pengasuh Asrama Pelajar Islam ASRI Tegalrejo, dengan kemeriahan gema hadroh menambah suasana menjadi semakin menarik untuk diikuti. adapun pembagian susunan acara Sebagai berikut :

  1. Pembukaan
  2. Gema Wahyu Illahi oleh Bpk. Najib
  3. Sambutan Oleh Bpk. KH. Izzuddin Abdurrohman selaku Pengasuh Asrama Pelajar Islam (API) ASRI
  4. Percikan Mauidhoh Hasanah dari Al-Mukarom KH. Utsman Ridho dengan selingan Qosidah Rebana dari Temanggung

Pembacaan Ummul Kitab/Basmallah menjadi awal terlaksananya acara, Sambutan Beliau Bpk. KH. Izzuddin Abdurrohman mengenai perjalanan sang Rosul, Beliau memberikan cerita tentang Rosululloh saat kelahiranNya. Rosululloh lahir bertepatan dengan tahun Gajah/tahun jahiliyyah, dimana masyarakat pada jaman itu mempunyai kebiasaan beribadah, berperilaku yang bertolak belakang dengan Syariat Agama Islam. pada waktu itu masih banyak perzinaan, mabuk-mabukan, tradisi memakan Bangkai, dan tidak adanya kerukunan antar sesama manusia.

serta bagaimana menjadi manusia yang bertaqwa?, sambungan Beliau dengan mengingat Allah padahal kita bingung bagaimana cara mengingat Allah, sedangkan kita sering lupa akan hadirnya Allah dikehidupan kita sehari-hari. Rasa Cinta terhadap Allah Harus juga kita timbulkan rasa cinta kepada Rosulullah, bagaimana menumbuhkannya? Shoalawat adalah cara ampuh untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rosulullah SAW, mengapa demikian?  karena dengan bersholawat terus menerus kita senantiasa mengingat dengan cara itulah kita bisa menumbukhan rasa cinta kepada Rosulullah SAW.

percikan yang kedua disambung oleh Al-Mukarrom Bpk. KH. Utsman Ridho yang membawakan percikan tersebut dengan sentuhan nyanyian dan pewayangan. kata Beliau Wayang adalah salah satu media dakwah yang digunakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. sebelum berdakwah beliau juga menuturkan bahwasannya "Wong kui nek kepengen mulyo ojo wedi rekoso" maksud dari kata tersebut adalah kita sebagai insan yang bertaqwa harus selalu berikhtiar untuk mendapat apa yang kita inginkan, beliau berkata bahwa orang yang ingin mulia itu pasti banyak cobaannya, terutama cobaan mengenai duniawi. bagaimana cara mengatasinya ?,  adalah dengan berusaha dengan bertawakal kepada Allah. menyeimbangakan antara kegiatan untuk duniawi dan akhirat. untuk tidak terpaut untuk satu kegiatan saja. membaca/bersholawat untuk Rosulullah sangat dianjurkan. Rosulullah Bersabda : "orang yang selalu bersholawat kepadaku niscaya akan Ku tolong agar senantiasa masuk Surga bersamaKu".

 


Print BeritaPrint PDFPDF
Terima kasih telah berkunjung di Website Kami, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

Ingin berlangganan artikel edukasi GRATIS ke email anda, subscribe email anda dibawah ini.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// contoh :www.kejari.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id